Penembakan Jl Sultan Agung

BONDOWOSO  -  Brigpol Rama Adi Gunawan, anggota polsek yang terlibat keributan hingga terjadi penembakan di Jl Sultan Agung Jember beberapa waktu lalu akhirnya mendapat sanksi dari kesatuannya. Sanksi kepada anggota Polsubsektor Jambesari diberikan saat apel di Mapolres Bondowoso kemarin. Selain Rama, ada satu anggota lain yang mengenakan helm berwarna merah bertuliskan ‘GARPLIN’ (15/3).

Kasi Propam Polres Bondowoso Ipda Martono menjelaskan, helm berwarna merah atau istilahnya helm bodoh tersebut adalah simbol anggota Polri ini melakukan tindakan indisipliner. “Kami lakukan seperti ini juga terinspirasi saat apel di Polda Jatim. Jadi anggota bermasalah diberikan helm warna merah dan berdiri di depan saat apel,” terangnya.

            Martono menjelaskan, memakai helm merah saat apel tersebut setidaknya memberikan contoh kepada anggota lain jangan melakukan tindakan indisipliner yang menurunkan citra Polri. Sebelumnya, Brigpol Rama usai menjalani serangkaian pemeriksaan sebagai saksi atas penembakan di Jember langsung dipanggil untuk menjalani pemeriksaan di Propam Polres Bondowoso. 

Atas tindakannya telah menurunkan citra polri tersebut, kata Martono, Rama kena hukuman disiplin sesuai pasal 5 huruf A Peraturan Presiden Republik Indonesia no 2 tahun 2003 tentang Peraturan Disiplin Anggota Polri.  “Saat ini Rama harus menginap di Propam, bukan di sel,” ujarnya. Diketahui sebelum kejadian penembakan tersebut, Rama datang ke tempat hiburan malam dan pulang dalam keadaan mabuk. Sehingga, saat terjadi cekcok yang berujung penembakan Rama masih terpengaruh miras. “Setelah kejadian itu, saya langsung meluncur ke Jember menemani Rama. Harap maklum awal kali memberikan keterangan ada yang berbeda, karena otaknya saat merekam kejadian itu tidak bisa seratus persen. Karena, terpengaruh miras,” ujarnya.

Rama kata Martono mengakui juga dalam keadaam mabuk dan ingin pulang dari hiburan malam. Diketahui pula korban penembakan tersebut mengenal Rama juga saat Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Jambersari. “Rama juga tugas di sana, sehingga sama-sama orang Bima mereka akrab layaknya saudara,” imbuhnya.

Martono sendiri pun secara tegas menyatakan, anggota polri itu tidak boleh ke tempat hiburan malam, termasuk dugem ataupun ke tempat prostitusi. “Boleh ke sana tapi ada surat tugas untuk penyusupan atau tugas lainnya,” terangnya.   

 Saat diketahui ada yang ke tempat dugem dan mabuk ataupun konsumsi narkoba itu yang akan dilakukan tindakan disipliner. “Kalau ke tempat dugem namun tidak minum alkohol ya tidak apa-apa,” terangnya. Dari kejadian tersebut, Polres Bondowoso langsung melakukan tes urine secara mendadak di sejumlah polsek jajaran. (dwi/wah/har/jawapos.com)


BERITA LAINNYA
Tulis Komentar