Lontar Bertuliskan Huruf Pallawa

CERMEE – Tim sejarah dari Dinas Pendidikan Pendidikan melakukan penelitian benda sejarah di Cermee, kemarin (16/2). Objek penelitian itu adalah benda sejarah berupa lontar dan gelang. Lontar itu bertuliskan huruf yang diperkirakan abjadnya adalah aksara pallawa. Aksara Pallawa sendiri adalah sebuah aksara yang berasal dari India bagian selatan.

Dalam penelitian itu, hadir Kabid Budaya Dispendik Eko Sujiatmojo dan Kasi Sejarah dan Kepurbakalaan Hery Kusdarijanto dan Kasi Budaya dan Tradisi Endah Listyorini. Bersamanya ada Anggota DPRD Sinung Sudrajat, Peneliti Sejarah setempat Adre Mustofa.

Pantauan Jawa Pos Radar Ijen, dua jenis benda bersejarah itu berada di tangan Ahmad Riyanto Syafi’i di di Dusun Krajan, Desa Ramban Kulon, Cermee. Benda itu tersimpan dalam kotak yang tadinya hanya dijadikan ganjal lemari. “Berdasarkan cerita dari ibu saya, awalnya dijadikan ganjal lemari di rumah, dan ternyata di dalamnya ada kitabnya,” ungkapnya.

Sekilas memang kotak itu seperti bagian bawah lemari dan bentuknya terdiri dari bagian-bagian pahatan. Di beberapa sisi ada ukirannya, namun tidak full ukiran. Ternyata setelah dilihat lebih dalam, benda itu adalah kotak. Di dalamnya ada lontar yang berisi tulisan-tulisan. “Tulisannya bolak-balik, namun kami tidak mengetahui artinya,” ungkap pengasuh TK As-Syafi’i tersebut.

Tak hanya lontar saja, bersamanya ada sebuah gelang lengan dengan motif bunga dan burung. Sekilas disitu seperti gambar burung merak. Setelah ditelusuri, kemungkinan besar benda bersejarah itu adalah milik kakek buyutnya. “Jika dihitung saya ini sudah keturunan ke delapan,” ungkapnya.

Syafi’i menambahkan, berdasarkan cerita dari ayah dan kakeknya, dirinya adalah keuturunan dari Mego Joyo. Dalam riwayat keluarganya, ada dua nama yang disebut, yakni Mego Antara dan Mego Taruna. “Kalau dahulu jadi apa mereka dan perannya apa, saya kurang paham,” ungkapnya. Hanya saja yang dia tahu, ada beberapa nama itu dalam silsilah keluarganya.

1
2

BERITA LAINNYA
Tulis Komentar