Integrasikan Pertanian dan Peternakan Sapi Perah

JEMBER – Gairah peternak sapi perah di Jember terus menggeliat. Utamanya yang ada di bawah binaan Koperasi Galur Murni. Apalagi, kini dilaksanakan konsep integrated farming untuk menjamin ketersediaan pakan.

“Tantangan untuk peternak 50 persen ada di pakan,” ucap Nyoman Aribowo, pengurus Koperasi Galur Murni. Untuk menjamin ketersediaan pakan, pihaknya melaksanakan integrated farming dengan memadukan antara peternakan dan pertanian

Karena itu, pihaknya bukan hanya melakukan pendampingan kepada peternak, melainkan juga petani. “Dalam pengelolaannya kami zero waste alias tanpa limbah,” ucapnya. Limbah pertanian digunakan untuk pakan ternak. Sedangkan limbah ternak dimanfaatkan untuk pupuk organik bagi pertanian.

Kotoran sapi perah diolah menjadi pupuk organik dan biogas, sehingga bisa dimanfaatkan untuk budidaya rumput. “Saat ini lahan pertanian yang digunakan sekitar setengah hektare. Ini bisa menutupi 75 persen kebutuhan pakan ternak,” ucap Nyoman.

Selain peternakan sapi perah milik Nyoman, saat ini 47 peternak yang bergabung dalam kopersi. Mereka memiliki sekitar 229 ekor ternak sapi perah.

Selain pakan, pihaknya juga terus mengembangkan manajemen harian sapi perah. “Jadi manajemennya tidak seperti sapi potong,” katanya. Semua harus dicatat harian untuk mengetahui perkembangan produksi susu masing-masing sapi. Termasuk, kesehatan dan umur sapi.

1
2

BERITA LAINNYA
Tulis Komentar