Hortikultura dan BBM Ancam Inflasi

JEMBER – Dampak kelanjutan kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) di awal tahun diperkirakan akan berlanjut menjadi penyebab inflasi di Jember bulan ini. Selain itu, belum menentunya cuaca juga akan terus terus membuat cadangan produk hortikultura akan menjadi pemicu inflasi.

Hal ini terungkap dalam High Level Meeting Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Jember, pekan lalu. “Februari 2017 Kabupaten Jember diprediksi akan mengalami inflasi pada kisaran 0,5 persen,” ucap Lukman Hakim, Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Jember.

Dia mengatakan, ada sejumlah faktor yang menjadi ancaman inflasi pada Februari ini. Di antaranya, dampak lanjutan dari kenaikan harga BBM dan pencabutan subsidi listrik. “Terutama untuk kategori pelanggan listrik rumah tangga 900 VA yang pasca bayar,” ucapnya.

Karena, kata dia, mereka baru terdampak saat membayar tagihan listrik Januari yang baru dibayarkan Februari ini. Berbeda dengan pasca bayar yang sudah merasakan dampaknya sejak awal tahun lalu.

Selain itu, masih ada kenaikan tarif cukai rokok di awal 2017. “Hal ini dapat memicu kenaikan komoditas rokok,” ucapnya. Sehingga, akan menambah pengeluaran rumah tangga di Jember.

Kondisi pasokan produk hortikultura diperkirakan juga tetap terbatas, utamanya cabai. Akibat curah hujan tinggi, produksi cabai masih normal. Pasokan yang masih terbatas ini membuat harga cabai tetap tinggi di bulan ini. “Tapi, kami masih memiliki stok untuk menutupi kebutuhan di Jember jika sewaktu-waktu diperlukan,” sambung Luluk Herman, Kasi Penyuluh Dinas Hortikultura, Perkebunan, dan Tanaman Pangan Jember.

1
2

BERITA LAINNYA
Tulis Komentar