Kondisi Politik dan Ekonomi Berimbas ke Pengusaha

JEMBER – Untuk meningkatkan silaturahmi dan menjalin sinergi, para pengusaha Muhammadiyah yang tergabung dalam Majelis Ekonomi dan Kewirausahaan (MEK) PD Muhammadiyah Kabupaten Jember, berkunjung ke kantor redaksi Jawa Pos Radar Jember Senin (23/1) kemarin.

Dalam pertemuan yang berlangsung hangat, mereka ditemui Direktur Jawa Pos Radar Jember Abdul Choliq Baya. Selain bersilaturahmi, para pelaku usaha ini juga berbincang tentang kondisi politik dan ekonomi yang saat ini dinilai tidak kondusif.

“Prihatin dengan kondisi politik dan ekonomi di Jember saat ini. Selain masalah perizinan, iklim usaha juga sedang stagnan,” ujar Ketua MEK PD Muhammadiyah Jember Kholid Ashari.

Kebuntuan pembahasan RAPBD antara Bupati dengan DPRD Jember, menurut Kholid, sangat dirasakan imbasnya bagi para pelaku usaha di kota Suwar-Suwir.

       Karena itu, MEK PD Muhammadiyah Jember sangat berharap, kedua belah pihak dapat menghilangkan ego dan menjalin komunikasi yang lebih baik agar pembahasan RAPBD Jember 2017 bisa dapat segera selesai. “Karena imbas dari gejolak tersebut, sangat kami rasakan. Pengadaan-pengadaan dari pemerintah jadi terganggu, yang akhirnya membawa efek simultan pada roda perekonomian,” ujar pengusaha stationery di kawasan kampus ini.      

       Untuk keluar dari kondisi yang sulit tersebut, MEK PD Muhammadiyah Jember saat ini berusaha menjalankan pembinaan terhadap UMKM milik warga Muhammadiyah di Jember. “Kami berusaha keluar dari kondisi sulit tersebut secara mandiri,” ujar warga asli Tegal Gede, Sumbersari tersebut.

       Sementara Sekretaris MEK PD Muhammadiyah Jember, Taufik Adi Nugroho menjelaskan, terdapat sekitar 300 pengusaha Muhammadiyah yang di Jember yang dihimpun MEK PD Muhammadiyah Jember. “Kami ingin ada kemandirian, dimulai dari sinergi diantara pelaku usaha warga Muhammadiyah di Jember,” ujar pengusaha percetakan dan kuliner ini. (ad/c1/hdi/jawpaos.com)


BERITA LAINNYA
Tulis Komentar