Penyudetan Gagal karena Ditolak Warga

KENCONG - Kasi Pemeliharaan dan Perbaikan Dinas Pengairan Provinsi Cabang Lumajang Prabowo, mengatakan pihaknya sudah memprediksi akan ambrolnya tepian persawahan Desa Paseban, Kecamatan Kencong yang terjadi beberapa waktu lau. Untuk itu, dinas pengairan sudah sempat akan melakukan penyudetan sepanjang 400 dengan lebar enam meter.

Namun proyek penyudetan urung dilakukan karena terjadi penolakan. Warga enggan jika lahannya dipakai saluran baru hasil sudetan. Padahal, kata Prabowo, pihaknya akan membebaskan lahan warga yang terpakai dengan imbalan tunai yang sepadan. Anggaran untuk itu pun sudah sempat turun ke dinas pengairan provinsi. "Uangnya sudah kami kembalikan lagi ke pusat karena proyeknya batal," kata dia.

Pada 2014 lalu, Dinas Pengairan Provinsi Jatim sedianya akan melaksanakan proyek penyudetan sepanjang 600 meter di sisi selatan persawahan yang dekat dengan pesisir Paseban. Upaya itu dilakukan setelah terjadi luapan dari aliran Sungai Tanggul yang membuat jalur lintas selatan jebol hingga beberapa meter.

Setelah terulangnya kejadian serupa beberapa hari kemarin, rencananya dinas pengairan akan melanjutkan kembali proyek penyudetan. Namun, upaya itu akan berjalan lancar jika warga setempat bersikap kooperatif." Kami harapkan warga mendukung langkah ini. Karena penyudetan merupakan satu-satunya solusi untuk mencegah ambrol yang lebih besar," lanjut Prabowo.

Penanganan darurat yang dilakukan saat ini, kata dia,  hanya memasang sejumlah zak yang berisi pasir pada sisi bekas ambrolan. Upaya itu untuk mencegah gerusan tanah tidak semakin parah. (was/c1/sh/jawapos.com)


BERITA LAINNYA
Tulis Komentar