Bangga Jadi Duta Santri

Jadi seorang muslimah adalah kebanggaan bagi Siti Munfatikatul Khoiriyah. Semakin bangga, dia menjadi Duta Santri 2016 yang disandangnya sejak beberapa waktu lalu.

Mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Jember, ini dikenal sebagai santri yang religius. Selama ini dia tinggal di Ponpes Raden Rahmat Sunan Ampel, Antirogo Jambuan, Jember. “Saya mahasiswa. Tapi lebih bangga disebut santri,” katanya.

Sebutan santri tentu bukan hanya terbatas untuk seseorang yang tinggal di pondok pesantren. Namun lebih kepada wawasan dan keilmuannya tentang agama Islam. “Santri berwawasan Aswaja dan pengetahuan luas, menjadi dambaan saya sejak lama,” katanya.

Semakin bangga menjadi seorang santri, jika yang bersangkutan sampai mampu mendinamisasikan keilmuan salaf agas kompetibel dan responsif. Sehingga, tantangan terhadap perkembangan zaman, bisa dijawab dengan prestasi oleh santri yang bersangkutan.

Tidak heran kemudian, gadis kelahiran 15 Mei 1995 itu berangkat ke Sleman Jogjakarta, untuk mengikuti pemilihan Duta Santri 2016 dalam paket agenda Pekan Kreativitas Santri Nasional di Hari Santri 2016. “Alhamdulillah, saya terpilih menjadi empat terbaik secara nasional,” akunya bangga.

Tentu, menjadi seorang duta santri tidak mudah mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari. Ada tanggung jawab moril yang harus dijaga di tengah masyarakat. Juga harus mampu menjadi tauladan bagi para santri lainnya. Sehingga, kehidupannya mampu menginspirasi santri muda lainnya.

Membuat dia merasa memiliki kemampuan lebih, karena di pondok pesantren tempatnya belajar, mengajarkan para santrinya soal entrepreneur. Bahkan, ilmu terapan juga diajarkan di pondok pesantrennya tersebut. (rul/hdi/jawapos.com)


BERITA LAINNYA
Tulis Komentar