PMII Tolak Usulan Soeharto Jadi Pahlawan

JEMBER - Puluhan kader Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Jember berdemonstrasi. Mereka menolak usulan Soeharto sebagai pahlawan nasional. Alasan utama karena mantan presiden selama 32 tahun itu banyak melakukan pelanggaran.

“Ada banyak pelanggaran yang dilakukan, mulai dari pelanggaran hak sipil dan politik,” kata koordinator lapangan aksi, Ijul Hidayatullah.

Dia menyebutkan beberapa pelanggaran yang dilakukan oleh Soeharto, pertama kasus Tanjung Priok yang terjadi pada tahun 1984. Kemudian, kasus daerah operasi militer Aceh pada tahun 1988.

Tak hanya itu, Ijul menerangkan semua pelanggaran yang dilakukan oleh Soeharto, mulai dari kasus Talangsari di Lampung pada tahun 1989, kasus Petrus tahun 1981-1984, kasus pembunuhan aktivis buruh Marsinah tahun 1993, pembredelan media cetak tahun 1994, penculikan aktivis pro demokrasi tahun 1998, tragedi Trisakti tahun 1998, pembunuhan wartawan Udin tahun 1996.

Begitu juga dengan kasus larangan berorganisasi terhadap gerakan mahasiswa serta penembakan warga dalam pembangunan waduk Nipah Madong tahun 1993. ”Itu beberapa dari pelanggaran yang dilakukan Soeharto dalam pelanggaran hak sipil dan politik,” teriaknya.

Selain itu, ada pelanggaran hak ekonomi, sosial dan budaya yang dilakukan. Pertama, perampasan tanah rakyat Gedung Ombo tahun 1985-1989. Perampasan tanah adat Domi di Sumatera Selatan untuk perusahaan nikel. Kasus korupsi berdasarkan putusan MA dan lainnya. “Soeharto pernah dinobatkan sebagai pemimpin terkorup di dunia oleh Global Stolen Recovery Initiative United Migrant,” jelasnya. Melihat beragam pelanggaran tersebut, para aktivis PMII itu menolak dengan tegas usulan Soeharto sebagai pahlawan nasional.

1
2

BERITA LAINNYA
Tulis Komentar