50 Hektare Lahan Pertanian Alami Puso

BALUNG - UPT Dinas Pertanian Balung baru saja mendata total kerusakan lahan pertanian akibat tingginya curah hujan selama beberapa hari kemarin. Dari tiga kecamatan yang menjadi wilayah operasionalnya, diketahui Kecamatan Puger sebagai penerima dampak terbesar.

Kepala UPT Dinas Pertanian Balung Agus Murdiyono menuturkan, musim pertanian saat ini kebanyakan petani di wilayahnya menanam palawija. Hal tersebut, kata dia tidak jauh berbeda dengan wilayah-wilayah lainnya.

Dari tiga wilayah, kata Agus, selain Balung, lahan pertanian di Puger merupakan yang paling parah mengalami kerusakan. Data UPTD Pertanian Balung menunjukkan, sekitar 50 hektare lahan pertanian di Desa Wringintelu, Kecamatan Puger mengalami puso, alias gagal panen.

Hal tersebut, menurutnya lantaran wilayah tersebut menerima luapan dari sungai yang ada di dekatnya. Peristiwa tergenangnya lahan pertanian di wilayah Wringintelu dan sekitarnya akibat luapan sungai, ucapnya, hampir terjadi tiap tahun. “Lahan pertanian di Wringintelu sering menerima luapan dari dam daerah situ, kalau nggak salah Dam Bago namanya,” kata Agus.

Sementara itu, Kecamatan Rambipuji merupakan daerah di bawah UPTD Pertanian Balung yang hampir sama sekali tidak terkena dampak. Sejauh ini, tutur Agus, selain lantaran posisi tanahnya yang cenderung miring ke Selatan, saluran pengairan di wilayah Rambipuji cukup baik.

Beberapa petani di wilayah Karangduren, Kecamatan Balung, menanam padi di luar musim tanam. Sehingga, ucap Agus, meskipun sempat tergenang tetapi tidak turut mengalami kerusakan. ”Ada beberapa yang nanam padi. Jadi kalau padi lumayan kuat meskipun tergenang air,” tuturnya.

1
2

BERITA LAINNYA
Tulis Komentar