Teater Tradisi Pelajar Jember Raih Pemeran Terbaik

Pementasan cerita legenda Sogol dengan iringan musik patrol terpilih sebagai pemeran terbaik. Semangat mereka mengembangkan teater akan diberi wadah bernama Komunitas Teater Pelajar Jember.

Bagus Supriadi, Jember

Pada 1956 lahirlah seorang anak kecil di Desa Tegalbanteng, Kecamatan Ambulu. Dia diberi nama Sogol, sosok yang terkenal dengan keberaniannya dan tidak banyak bicara. Namun, pria tersebut merupakan seorang pembunuh, suka bermain perempuan, dan merampok.

Anehnya, hasil rampokan itu tidak dinikmati sendiri, namun dibagi pada penduduk sekitar yang ditemuinya.  Bagi warga miskin, Sogol adalah seorang pahlawan. Tapi, bagi korbannya, dia adalah penyakit yang harus dilenyapkan.

“Kalau ayamku masih berkokok, Sogol ditembak atau dibacok pun tidak mati,” kata Sogol, yang diperankan oleh M. Farid, siswa SMKN 1 Jember dalam pentas teater tradisi di Surabaya dalam Lomba Teater HUT Jawa Timur.

Ketidakadilan pejabat di tanah kelahirannya membuat Sogol bergejolak. Dia ingin membebaskan masyarakat dari kesewenangan aparat desa. Namun, upaya tersebut berbuah pahit. Singkat cerita, ayam milik Sogol dibunuh, dia pun tertembak mati oleh peluru emas polisi Sutaman.

1
2
3

BERITA LAINNYA
Tulis Komentar