Bawa Massa ke Kantor Bupati

JEMBER – Ratusan warga Puger menggelar demonstrasi di depan Kantor Lingkungan Hidup (KLH) Jember, kemarin (13/10). Mereka menuntut pembangunan tambak PT Pandawa Lima Sejahtera Bersama di Puger untuk dihentikan dan ditutup. Massa menganggap pembangunan tambak itu merusak lingkungan.

Kholilur Rohman, koordinator massa, mengungkapkan, perusahaan telah merusak tanaman pandan laut di tepi pantai. Padahal, pandan laut dibutuhkan untuk mencegah ombak. “Pandan laut dijebol. Sayangnya, Kantor Lingkungan Hidup (KLH) Jember memberinya izin pembangunan tambak,” ujarnya.

Pria yang biasa disapa Kholil itu meminta kepala KLH Jember mencabut izin yang telanjur diterbitkan. Kepala KLH dinilai tidak paham kondisi di lapangan secara faktual. “Jangan diobral izin yang tak valid. Kepala KLH harus bertanggung jawab,” tegasnya.

Pria asal Desa Kasiyan, Puger, itu menuding ada permainan besar dari investor bersama pejabat Pemkab Jember. “Kami tidak alergi investor. Tapi, kami lawan investor perusak lingkungan,” katanya.

Mengenai alasan bahwa investasi itu bisa menampung tenaga kerja lokal, dinilai Kholil sebagai alasan. Seharusnya, Dinas Peternakan, Perikanan dan Kelautan (Disperikel) Jember kreatif memberdayakan nelayan. Sebab, dia tak yakin tambak yang merusak lingkungan akan sebanding manfaatnya dengan apa yang akan didapat masyarakat.

Setelah menyampaikan aspirasinya di depan KLH, pendemo melanjutkan aksinya ke kantor bupati. Setiba di kantor bupati, massa tidak bisa bertemu Bupati Faida karena sedang di Surabaya. Sedangkan Wabup Muqit Arief sedang berdinas di luar kantor. Selanjutnya, perwakilan massa ditemui Asisten I Pemkab Jember Sigit Akbari, Kepala KLH Jember Trilaksono Titot, Kepala Disperikel Jember Mahfud Afandi, dan Kepala BPN Jember.

1
2

BERITA LAINNYA
Tulis Komentar