AURAT : HARUS DITUTUP ATAU DIBUNGKUS?

MODE pakaian wanita kini sudah demikian bervariasi. Dari segi bahan, warna, atau harga yang disuguhkan juga bervariasi.  Siapa saja yang ingin memiliki pasti bisa. Semuanya tergantung kocek yang ada. Para wanitapun sampai dibuat bingung untuk memilih mode itu. Banyak wanita sampai berjam-jam tidak terasa hanya karena berjalan mondar-mandir dalam pasar atau mall.

Namun, bagi wanita muslimah yang taat tentu tidak akan sembarangan memilih mode. Selain terikat dengan mode standar yang cocok bagi tubuhnya lebih penting lagi, harus selalu merujuk norma agama. Yaitu, apakah pakaian yang akan dibeli tidak bertentangan dengan norma agama tersebut. Yang juga penting dan harus diwaspadai oleh kaum muslimah—di samping prsoalan mode murni (an sich)-- adalah, bahwa mode pakaian ini bisa jadi adalah salah satu strategi Barat untuk menjauhkan umat Islam dari ajaran agamanya, melalui salah satu dari 3 jurus F, yaitu : fun, food, dan fashion ( mode ).

Makanya, jangan mengherankan umat Islam yang tidak tahu dan memahami hal itu, kini ikut-ikutan memakai pakaian-pakaian rancangan mereka. Pakaian tersebut memang bernuansa pakaian muslimah tetapi juga bernuansa ‘pakaian syaithan’. Seperti ada seorang muslimah berjilbab, tetapi bercelana ketat dengan mempertontonkan bentuk pantat. Na’udzubillah. Hal ini harus disadarai oleh para wanita Muslimah. Mengapa? Menurut Islam berpakaian secara normative telah diatur baik oleh Al Qur’an maupun Al Hadits. Beberapa norma berpakaian tersebut adalah :

Pakaian itu mestilah menutup aurat. Rasulullah saw bersabda : Telah berkata Aisyah r.a "Sesungguhnya, Asma Binti Abu Bakar menemui Nabi saw dengan memakai busana yang nipis. Maka Nabi berpaling dan bersabda " Wahai Asma, sesungguhnya apabila wanita ini telah baligh (sudah haid) tidak boleh dilihat daripadanya kecuali ini dan ini, sambil" sambil mengisyaratkan kepada muka dan tapak tangannya ".

Pakaian itu tidak terlalu nipis sehingga tampak bayangan tubuh badan dari luar. Kata rasulullah SAW : " Dua orang ahli neraka yang belum pernah saya lihat adalah : kaum yang memegang pecut bagai ekor lembu digunakan untuk memukul orang (tanpa alasan), orang perempuan yang berpakaian tetapitelanjang bagaikan merayu-rayu melenggak-lenggok membesarkan cemaranya bagaikan punuk unta yang miring. Mereka tidak akan masuk surga dan tidak akan mencium bau suurga,sedangkan bau surga dapat dicium dari jarak yang sangat jauh". (Riwayat Muslim).

Pakaian itu tidak ketat atau sempit, tetapi longgar atau selesai dipakai ia menutup bahagian- bahagian bentuk tubuh yang menggiurkan nafsu lelaki. Dalam sebuah riwayat dari Abdullah Bin Abi Salamah bahawa Umar Bin Khattab r.amenghadiahkan kepada seseorang dengan pakaian nipis buatan Mesir Lama, kemudian berkata, "Jangan dipakaikan kepada isteri-isteri kamu!" lalu seseorang berkata " Ya Amirul Mukminin akutelah memakainya untuk isteriku, kemudian memutarkan badannya tetapi tidak kelihatan auratnya. " selanjutnya Umar berkata, " Memanglah auratnya tidak nampak, tetapi bentuk tubuhnya nampak".

1
2
3

BERITA LAINNYA
Tulis Komentar