Hukuman Perlukah?

TULISAN ini merupakan pantulan dari peristiwa memprihatinkan dalam dunia pendidikan akhir akhir ini,khususnya pendidikan formal. Guru  seharusnya  digugu dan ditiru, sebagai penyemai dan penyuluh potensi dan kepribadian anak sangat menyedihkan ketika terpaksa harus berurusan dengan hukum, guru diperkarakan, bahkan sampai harus merasakan sempitnya ruang tahanan. Sumber kejadian adalah ketika hukuman diberikan oleh Guru kepada siswa. Tragis memang, namun tidak harus mencari siapa yang salah, tetapi bagaimana seharusnya  proses pendidikan dijalankan dengan baikmdan benar.

Sejatinya manusia adalah homo educandum., makhluk yang dapat dan perlu dididik.  Pendidikan  sebagai upaya pemberian perlakuan kepada yang membutuhkan. Hasil pendidikan  adalah keberdayaan, kemampuan dalam kehidupan. Kemampuan  sesuai dengan perkembangan dan kebutuhan. Proses pendidikan  diawali dengan kesengajaan, niat. Karenanya tujuan pendidikan harus jelas, bermafaat bagi diri dan orang lain serta dapat dipertanggung jawabkan.  Untuk mencapai tujuan  dibutuhkan keterlibatan atau campur tangan beberapa fihak. Titik tumpu fihak yang terlibat adalah subyek pendidikan. Subyek terdiri dari pendidik dan peserta didik serta pemangku kepentingan dalam proses pendidikan. Hasil pendidikan sangat berkaitan dengan proses pendidikan.  Proses  berarti bagaimana pendidikan  dilakukan.

Garapan atau sasaran pendidikan adalah individu  yang memiliki  sejumlah potensi dan ciri fisik dan psikis secara beragam. Latar belakang juga berpengaruh terhadap potensi dan sikap. Oleh karenanya proses pendidikan membutuhkan keterampilan dan alat. Alat pendidikan dapat berupa benda sebagai alat bantu. Kecuali itu agar proses pendidikan dapat berjalan dengan baik sehingga tujuan tercapai, maka dibutuhkan aturan, pedoman. Termasuk di dalamnya  penghargaan, pujian maupun sangsi, hukuman. Keduanya sebagai pengendali jalannya proses pendidikan, merupakan bentuk non fisik alat pendidikan.

Potensi yang dimiliki peserta didik dtampilkan secara varfiatif dan fluktuatif. Kondisi yang diinginkan dalam proses pendidikan adalah ketenangan, kenyaman, kepercayaan dan ikatan emosional yang positif. Potensi  psikologis tercermin dalam perilaku  subyek pendidikan, baik pendidik maupun peserta didik. Di sinilah letak pentingnya kendali berupa aturan, sebagai rambu bagi perilaku. Salah satu bentuk rambu atau alat pendidikan adalah sangsi, atau hukuman.

Hukuman (punishment)  tidak diartikan sebagai penghilangan hak, penyiksaan, pemaksaan agar perilaku berjalan lurus tanpa pertimbangan. Hukuman adalah cara untuk mengarahkan perilaku agar sesuai dengan perilaku yang berlaku secara umum. Ada beberapa fungsi hukuman antara lain : 1membatasi perilaku menyimpang 2) bersifat penyadaran-mendidik dan 3) memperkuat motivasi berbuat baik.

Hukuman merupakan tindakan agar muncul efek jera, tidak memunculkan perilaku melanggar disiplin, ketentuan. Perilaku tidak disiplin, keluar dari rambu tidak serta merta difonis sebagai  kenakalan apalagi sebagai kejahatan yang harus segera dihukum. Semua tahu bahwa hukuman apalagi dihukum pasti tidak menyenangkan, tidak disukai. Hukuman akan berdampak sikap tidak kooperatif, dendam terhadap pemberi hukuman. Kata-kata jangan, tidak boleh,awas adalah tengara bahwa jangan ada perilaku yang berakibat dihukum, diberi sangsi.

1
2

BERITA LAINNYA
Tulis Komentar