Ayo, Kembali ke Sekolah

ADA yang baru di “Kembali ke Sekolah” di tahun pelajaran ini. Mendikbud, Anies Baswedan, meminta orang tua untuk membiasakan mengantar putra-putrinya berangkat ke sekolah. Harapannya agar ada keterjalinan yang harmonis antara sekolah dan orang tua. Sebegitu pentingkah mengantar anak ke sekolah? Benarkah akan terjalin pertalian batin antara sekolah dan orang tua dengan pola mengantarkan anak? Masih kurangkah sinergitas jalinan sekolah dan orang tua?

Untuk dua pertanyaan pertama, saya kira tidaklah menjadi hal yang signifikan atas sebab anjuran Mendikbud ini. Mengantar anak tidak lantas akan terjalin sinergitas hubungan sekolah dan orang tua. Tetapi cukup baik untuk memastikan perhatian yang kuat dari orang tua dengan sang putra. Meskipun tidak jarang momen-momen penting (mengantar anak ke sekolah) ini sering terabaikan oleh dalih kesibukan.

Ajakan pak Menteri berbarengan dengan usainya dunia pendidikan dirundung masalah. Murahnya pengaduan orang tua ke yang berwajib atas perilaku sekolah (guru) terhadap anak marak dimana-mana. Sebuah paradigma baru bagi perkembangan etika masyarakat melihat sebuah proses pembelajaran. Untunglah situasi perilaku kriminalisasi di dunia pendidikan ini segera reda setelah hampir semua elemen masyarakat bersuara.

Artinya, alasan pak Anies untuk meminta wali murid mengantar putra-putrinya ke sekolah ditengarai bukanlah semata agar ada hubungan yang baik antara orang tua dan sekolah. Saya meyakini jika di balik ajakan itu Mendikbud ingin menitipkan pesan khusus agar orang tua lebih punya waktu untuk melihat keseharian putra-putri dan situasi sekolah. Tetapi saya masih pesimis jika pesan khusus tersebut akan tersampaikan dengan baik ke orang tua.

Mengapa?

 

  1. Pentingnya Perhatian Orang Tua
1
2
3
4

BERITA LAINNYA
Tulis Komentar