Kebanyakan Diambil dari Bali
BERITA TERKAIT

JEMBER - Banyaknya burung langka yang berhasil ditangkar oleh warga hingga jumlahnya mencapai ratusan ternyata kebanyakan berasal dari bali.

“Awalnya burung itu diambil dari Bali, dan dibawa ke Jember untuk jadi induk,” kata Musrifah, pengelola penangkaran burung menambahkan kegiatan konservasi satwa yang dilindungi tersebut sudah dilakukan sejak tahun 2015 lalu.

“Namun kendalanya memang di pemasaran yang sulit,’ ucapnya. Sebab, ketika hendak dijual ke luar negeri, banyak tahapan yang harus diikuti.  Terutama kesehatan burung, seperti terhindar dari flu burung.

“Sampai sekarang masih belum diekspor ke luar negeri,” terangnya. Satu ekor burung betina, hanya menghasilkan paling banyak dua telur setiap 21 hari. Namun, telur tersebut masih belum tentu berhasil. Karena jika burung stres, maka dirusak sendiri.

“Sehingga, kami pindah telurnya ke alat khusus,” ucapnya. Di lahan seluas satu hektare tersebut, tambah dia, ada sekitar 200 kandang yang menampung burung paruh bengkok.

Beberapa jenis burung meliputi Cacatua galerita, Cacatua goffini, Cacatua roratus, Ara macao, Lorius lory dan lainnya. tambahnya.

Selain itu, burung yang sudah ada dalam penangkaran itu merupakan generasi kedua (F2). Yakni burung yang sudah generasi kedua dari asalnya. Sederhananya, cucu dari burung yang ada di hutan. (gus/c1/hdi/ram/jawapos.com)


BERITA LAINNYA
Tulis Komentar