500 Burung Paruh Bengkok Dikelola Warga
BERITA TERKAIT

JEMBER – Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (KSDA) Jawa Timur memantau penangkaran burung paruh bengkok di Dusun Gambiran, Desa Curah Kalong, Bangsalsari, kemarin (14/7). Di tempat penangkaran itu, terdapat sekitar 500 ekor burung yang dikelola oleh warga sekitar.

Ayu Dewi Utari, kepala Balai Besar KSDA Jawa Timur mengatakan, BKSDA Wilayah III Jember memang memiliki mitra penangkar dan pengedar satwa dilindungi yang cukup potensial.

“Seperti CV Bintang Terang yang berhasil melakukan penangkaran burung paruh bengkok ini,” katanya pada Jawa Pos Radar Jember. Bahkan, jumlah burung yang dikelola sekitar 500 ekor lebih.

Hal itu dinilai sebagai bentuk kepedulian masyarakat terhadap konservasi satwa yang dilindungi. “Kami turun ke lapangan untuk melihat kendala yang dialami,” tambahnya.

Yakni kesulitan pasar di luar negeri, sebab agar bisa dijual kesana harus memenuhi persyaratan yang tidak mudah. Sekarang, izin penjualan di tempat tersebut hanya untuk luar negeri, bukan dalam negeri.

Sehingga pihaknya akan ikut mencarikan solusi masalah penangkaran tersebut. Perempuan berkerudung tersebut mengatakan pemasaran burung terkendala oleh isu flu burung yang masih tetap ditakuti. Sehingga, tidak bisa melakukan ekspor.

1
2

BERITA LAINNYA
Tulis Komentar