Lumajang merupakan salah satu kabupaten yang terletak di daerah tapal kuda Provinsi Jawa Timur. Kabupaten ini terletak pada posisi 7o 52' s/d 8o 23' Lintang Selatan dan 112o 50' s/d 113o 22' Bujur Timur. Dengan luas wilayah mencapai 1.790,90 km2 atau 3,74 persen dari luas Provinsi Jawa Timur.

Secara administratif batas-batas wilayah Kabupaten Lumajang adalah sebelah utara berbatasan dengan Kabupaten Probolinggo, sebelah timur Kabupaten Jember, sebelah selatan Samudera Indonesia, dan sebelah barat Kabupaten Malang.

Secara topografi Kabupaten Lumajang terbagi dalam empat daerah yaitu daerah gunung, pegunungan, dataran fluvial, dan dataran alluvial. Untuk pegunung-an Ranuyoso, Tempursari, sekitar Gunung Semeru, sekitar Gunung Tengger dan Lamongan. Kecamatan yang termasuk ke dalam kategori dataran fluvial adalah Lumajang, Sumbersuko, dan Sukodono. Untuk kategori dataran alluvial yaitu Kecamatan Rowokangkung, Jatiroto, Yosowilangun, dan sepanjang pantai mulai dari Yosowilangun sampai Tempursari. Kabupaten Lumajang terdiri dari dataran yang subur karena diapit tiga gunung berapi yaitu Gunung Semeru (3.676 m), Gunung Bromo (3.292 m), dan Gunung Lamongan. Kawasan selatan daerahnya sangat subur karena mendapat endapan sedimen dari sungai-sungai yang mengalir. Ada beberapa sungai yang mengalir di kawasan tersebut yaitu Kali Glidik, Kali Rawan, Kali Gede, Kali Regoyo, Rejali, Besuk Sat, Kali Mujur, dan Bondoyudo.

Ketinggian daerah Kabupaten Lumajang bervariasi dari 0 sampai dengan di atas 2.000 m di atas permukaan laut, dengan daerah yang terluas adalah ada ketinggian 100 - 500 m dari permukaan laut (dpl) 63.109,15 Ha (35,24%) dan yang tersempit adalah pada ketinggian >2.000 m dari permukaan laut yaitu 6.889,4 Ha atau 3,85 % dari luas wilayah Kabupaten Lumajang.

Jumlah penduduk Kabupaten Lumajang Tahun 2012 adalah 1.014.625 jiwa, terdiri dari 494.224 laki-laki, 520.401 perempuan. Tiga sektor Ekonomi utama Kabupaten Lumajang adalah pertanian, industri pengolahan, serta sektor perdagangan hotel dan restoran. Hasil sementara Sensus Pertanian Mei 2013 jumlah rumah tangga tani 168.127. PDRB 2012 harga berlaku Kabupaten Lumajang (Juta Rp) 17.461.478, 26.

Kawasan Wisata Lumajang

Kabupaten Lumajang memiliki berbagai macam objek wisata dengan panorama alam yang memukau dan masih alami. Keindahan pegunungan, pantai, danau serta objek wisata lainnya bisa didapatkan di Lumajang. Selain panorama alam Kabupaten Lumajang juga memiliki kesenian dan budaya yang khas. Beberapa objek wisata yang ada di Lumajang antara lain:

Gunung Semeru. Puncak Mahameru mempunyai ketinggian 3.676 m dpl dengan kawah Jonggring Saloko di puncaknya, adalah objek wisata bagi penghobi pendaki dengan kondisi alam yang menantang. Di Puncak Mahameru pada hari besar nasional atau setiap tanggal 17 Agustus dan 10 November dijadikan tempat upacara oleh para pendaki dari berbagai penjuru dunia sambil menikmati panorama matahari terbit dan panorama matahari tenggelam dari puncak gunung tertinggi di Pulau Jawa ini. Sebelum mencapai puncak Semeru terdapat hamparan rumput atau savanna yang luas dengan kabut tebalnya yang sangat indah. Sisi lain daya tarik dari paket ini adalah masyarakat Ranupani yang khas, baik ditinjau dari sudut sosial budaya, agama, kehidupan sehari-hari, sehingga terjaga keasliannya tanpa terkena akulturasi budaya.

Selokambang terletak di Desa Purwosono Kecamatan Sumbersuko. Jarak tempuh dari kota Lumajang 7 km ke arah barat, 15 menit perjalanan dapat ditempuh segala macam kendaraan. Merupakan objek wisata andalan yang dipercaya masyarakat, bahwa mandi di pemandian tersebut dapat menyembuhkan penyakit rheumatic. Aktivitas yang dapat dilakukan selain olahraga renang, dapat menikmati sarana permainan anak, berperahu, sepeda air, dan tenis.

Goa Tetes merupakan wisata gua yang di dalamnya terdapat stalactite dan stalagmite dengan warna beraneka ragam. Terletak di Desa Sidomulyo, Kecamatan Pronojiwo. Jarak tempuh dari kota Lumajang 55 km ke selatan, mudah dicapai de-ngan kendaraan, satu jalur dengan objek wisata Piket Nol, selanjutnya perjalanan diteruskan dengan berjalan kaki menuruni tangga sepanjang 3 km untuk sampai ke mulut gua, dengan medan yang cukup menantang. Banyak dikunjungi oleh muda mudi dan dipercaya masyarakat dapat mempersatukan kembali keretakan rumah tangga.

Pantai Tlepuk yang terletak di daerah Pasirian merupakan pantai dengan panorama indah dan deburan ombak yang menakjubkan dan memiliki rawa yang sangat ideal untuk tempat pemancingan. Tempat ini mudah dijangkau, terletak sekitar 31 km arah selatan kota Lumajang.

Air Terjun Manggisan. Merupakan objek wisata Alam Terletak di Desa Kandangan, Kecamatan Senduro, 22 km jarak dari kota Lumajang, cocok untuk kegiatan hiking dan petualangan dengan akses jalan setapak. Air terjun ini mempunyai ketinggian 21 meter. Tidak membahayakan dan sangat menyenangkan untuk mandi.

Pantai Watu Pecak terletak di Desa Selok Awar-awar, Kecamatan Pasirian, 18 km dari kota Lumajang ke arah selatan. Dengan jarak tempuh 35 menit dari Kecamatan Pasirian. Pantai Watu Pecak merupakan objek wisata Pantai Selatan dengan ciri ombak besar dan dipergunakan sebagai tempat upacara Melasti/sesuci bumi umat Hindu Dharma Bali.

Pantai Bambang. Merupakan objek wisata pantai dengan ombak besar mencapai tiga meter sebagai ciri khas pemandangan pantai selatan. Terletak di Desa Bago, Kecamatan Pasirian, 24 km jarak dari kota Lumajang dapat ditempuh dengan kendaraan roda empat maupun dua dengan akses jalan beraspal, dan diyakini masyarakat se-bagai tempat bersemayamnya Nyi Roro Kidul.

Goa Bima. Merupakan objek wisata alam. Terletak di Desa Gondoruso, Kecamatan Pasirian, 25 km jarak dari kota Lumajang dengan akses jalan beraspal. Objek ini masih sangat alami karena belum banyak dikunjungi. Gua ini juga dipercaya tempat yang baik untuk bertapa. Di dalam gua dapat dijumpai batu seperti bekas bertapa.

Coban Pawon. Merupakan objek wisata alam. Terletak di Desa Kertowono, Kecamatan Gucialit, jarak dari kota Lumajang sekitar 20 km. Keunikan air terjun ini adalah antrukan (air terjun) berada di dalam gua yang menyerupai pawon (dapur tempat memasak), setiap percikan air terjun ini diyakini dapat membantu penyembuhan penyakit.

Ranu Lading. Merupakan salah satu objek wisata danau yang memang banyak terdapat Lumajang. Objek ini terletak di tengah-tengah kebun kopi peninggalan Belanda, di atas danau ini masih berdiri rumah peninggalan Belanda (Loji) yang masih terawat. Objek ini terletak di Desa Papringan, Kecamatan Klakah, sekitar 25 km ke arah utara kota Lumajang.

Ranu Kumbolo. Danau ini terletak di lereng Gunung Semeru. Para pendaki yang akan ke puncak Semeru pasti melewati danau ini. Ranu Kumbolo terletak di lereng atas setelah perjalanan lima jam.

Puncak B-29 Argosari adalah puncak tertinggi di kawasan lautan pasir Bromo dengan ketinggian 2.900 m dpl. Terletak di sisi tenggara Gunung Bromo, pemandangan yang indah dan udara dingin ditambah hamparan tanaman khas dataran tinggi berupa bawang pre, kubis, kentang, dan wortel sehingga menjadikan kawasan ini sangat menawan. Terletak di Desa Argosari, Kecamatan Senduro, sekitar 40 km dari kota Lumajang.

Agro Wisata Perkebunan Teh Kertowono terletak di Desa Gucialit, Kecamatan Gucialit, sekitar 20 km dari Kota Lumajang. Hamparan kebun teh yang sangat luas, pabrik teh peninggalan Belanda yang masih beroperasi dengan baik menambah, keindahan objek wisata ini.

Agro Wisata Bunga berada di Desa Wotgalih, Krai dan Karanganyar, Kecamatan Yosowilangun, sekitar 25 km dari Kota Lumajang. Wisata Bunga merupakan daerah di mana hampir seluruh penduduk memiliki usaha budi daya bunga. Jika kita berkunjung ke objek ini dapat ditemukan lingkungan yang asri dan menyegarkan. Dari ketiga desa inilah bibit bunga dipasarkan ke kota-kota besar lainnya seperti Jakarta, Bogor, Bandung, Jogja, Malang, dll.

Wisata Hutan Bambu memiliki area sekitar 14 Ha. Objek wisata ini sangat cocok untuk wisata keluarga dan pencinta lingkungan. Kawasan itu dapat dijadikan wisata pendidikan, karena selain hamparan pohon bambu yang luas dapat juga ditemukan banyak sekali kera dan kalong (Pteropus vampirus) di sini. Objek ini terletak di Desa Sumber Mujur, Kecamatan Candipuro, sekitar 30 km dari Kota Lumajang.

Pura Mandaragiri Semeru Agung. Pura ini merupakan pura yang paling dituakan oleh masyarakat Hindu. Hampir tiap hari ada masyarakat Bali yang berdoa di pura ini, apalagi di hari-hari libur. Puncaknya saat piodalan (ulang tahun Pura), ribuan masyarakat Bali membanjiri ke kawasan ini untuk berdoa dan menampilkan kesenian-kesenian Bali.

Sedangkan beberapa hotel yang terdapat di Kabupaten Lumajang antara lain; Graha Mulia, Lumajang, Klakah Indah, Jelita, Baru, Sri Rejeki, ABA, Agung Hotel, Grand Aloha Hotel, Gajahmada Hotel, Jelita Hotel, dan Prima Hotel. (*)